Spontaneous Human Combustion: misteri manusia terbakar tiba-tiba hingga menjadi abu!

Salah satu misteri besar yang belum terpecahkan hingga sekarang adalah misteri “Spontaneous Human Combustion” atau disingkat SHC. Misteri SHC adalah fenomena terbakarnya manusia hingga menjadi abu tanpa sebab yang rasional! Fenomena SHC hingga saat ini belum bisa dijelaskan sepenuhnya, hanya menimbulkan asumsi-asumsi yang masih dapat diperdebatkan.

Kasus Pertama

Kasus SHC pertama kali dilaporkan sekitar 350 tahunan lalu, yaitu pada tahun 1663. Seorang ahli anatomi Denmark bernama Thomas Bartholin melaporkan bagaimana seorang wanita di Prancis ditemukan terbakar hangus menjadi abu di tempat tidurnya. Yang aneh dari peristiwa ini adalah kenyataan bahwa tempat tidur wanita itu beserta segala barang di kamarnya tidak menunjukkan gejala terbakar sedikitpun! 10 tahun dari peristiwa itu yaitu pada tahun 1673, seorang Prancis bernama Jonas Dupont mempublikasikan kasus-kasus sejenis di dalam sebuah buku yang berjudul “De Incendiis Corporis Humani Spontaneis”. Sejak kasus pertama, hingga saat ini kira-kira sudah terkumpul tidak kurang dari 200 kasus SHC dari seluruh dunia! Jelas 200 bukan angka kecil dan fakta ini menunjukkan bahwa kasus SHC tidak dapat diremehkan.

Karakteristik Fenomena SHC

Dari ratusan kasus dapat disimpulkan bahwa fenomena SHC memiliki beberapa ciri khas:

  1. Korban biasanya sedang sendiri

Pada beberapa kasus, saksi mata melihat bahwa seseorang tiba-tiba terbakar di depannya. Seperti pada kisah tahun 1982. Seorang wanita Prancis bernama Jean Lucille Saffin sedang duduk-duduk dengan ayahnya yang berusia 82 tahun di dalam rumah mereka di London. Ayahnya melihat bahwa tiba-tiba saja tubuh anaknya dijilati oleh lidah api yang entah muncul dari mana. Ayah Jean dan suami Jean langsung berusaha memadamkan api namun sayang Jean tidak dapat tertolong. Atau pada kisah tahun 1985 ini. Debbie Clark seorang wanita muda yang tengah berjalan menuju rumahnya tiba-tiba melihat lidah api berwarna biru yang sesekali muncul dari dalam kulitnya! Debbie segera berlari ke rumahnya dan memberitahu ibunya yang segera menyiram tubuhnya dengan air.

  1. Tidak ada benda yang terbakar

Semua kasus SHC tidak menimbulkan kebakaran pada benda-benda di sekitar korban. Yang terbakar selain korban adalah busana, sepatu, dan apapun yang tengah dikenakan korban.

  1. Suhu api yang sangat tinggi hingga menyerupai suhu kremasi

Tahukah kamu tentang budaya kremasi? Budaya kremasi adalah budaya membakar mayat hingga menjadi abu untuk kemudian disebarkan di udara atau laut. Untuk membakar mayat hingga menjadi abu, kita membutuhkan api dengan suhu tidak kurang dari 2000° Fahrenheit (hampir 1000° Celcius). Nah, suhu api sebesar 2000° Fahrenheit hanya dapat dicapai dengan peralatan tertentu. Hebatnya fenomena SHC adalah tanpa ada peralatan crematorium atau apapun, korban dapat terbakar hingga menjadi abu.

  1. Substansi semacam lemak

Pada beberapa kasus SHC, ditemukan substansi semacam lemak di sekitar mayat korban. Biasanya menempel di dinding bahkan langit-langit.

  1. Profil korban

Walaupun tidak selalu, mayoritas korban SHC adalah para perokok dan peminum, orang cacat, manula, dan yang paling menonjol adalah orang-orang yang hidup sendiri dalam suatu apartemen atau rumah.

Teori-teori

Sebagian ahli mendasarkan teorinya pada profil mayoritas korban. Yuk kita lihat beberapa teori atau asumsi tentang fenomena SHC!

Alkohol

Karena kebanyakan korban adalah alkoholik maka beberapa orang menduga bahwa para darah para korban mengandung alkohol dalam jumlah yang terlalu tinggi hingga menyebabkan pembakaran serentak. Teori alkohol ini langsung terpatahkan berdasarkan fakta bahwa alkohol dapat terbakar kalau konsentrasinya mencapai tidak kurang dari 23%, sementara manusia akan mati kalau darahnya  mengandung alkohol dengan konsentrasi 1%. Jadi bagaimana mungkin para korban mencapai konsentrasi alkohol yang memungkinkan terjadinya pembakaran? Tidak mungkin!

Wick Effect

Wick Effect kalau diterjemahkan adalah efek sumbu. Teori ini mengibaratkan manusia sebagai bahan bakar sementara pakaian atau rambut sebagai sumbu bakar. Menurut para ahli, ketika para korban terkena percikan api rokok, lemak tubuh mencair karena panas dan mulai membuat sumbu terbakar secara perlahan. Teori ini sangat lemah karena bagaimana mungkin percikan api rokok dapat membakar tubuh manusia secara mendadak dan fakta bahwa sebagian korban tidak sedang merokok atau berada di dekat perokok ketika mereka terbakar.

Listrik

Teori listrik mengatakan bahwa pakaian-pakaian tertentu dapat memicu listrik statis dengan voltase yang cukup untuk membakar manusia. Teori ini sangat lemah juga karena pembakaran tidak mungkin terjadi jika energi yang tersimpan sangat kecil. Bagaimana mungkin pakaian dapat menyimpan energi besar yang memungkinkan pembakaran akibat listrik statis? Tidak mungkin!

Psikosomatik

Teori ini mendasarkan pada kebiasaan mayoritas korban, yaitu menyendiri. Menurut sebagian orang, proses psikosomatik dapat menimbulkan reaksi nitrogen berantai yang memicu kebakaran. Tidak ada penjelasan apapun hanya dugaan bahwa psikosomatik memicu reaksi nitrogen berantai. Jelas bahwa teori ini adalah teori yang mengada-ada.

Gas metana dalam tubuh

Sebagian ilmuwan menganggap bahwa kombinasi antara gas metana dalam usus dan listrik dapat memicu pembakaran. Teori ini terkesan masuk akal tapi listrik apakah yang mengenai korban sehingga mereka terbakar? Para korban kebanyakan tengah berada di rumahnya masing-masing dan tidak beraktifitas yang berhubungan dengan listrik.

Kebakaran biasa

Teori ini jelas failed. Terus bagaimana dengan saksi-saksi yang melihat sendiri tiba-tiba lidah api membungkus korban? Atau bagaimana mungkin barang-barang di sekitar korban tidak terbakar?

Kejahatan

Teori ini jelas mengabaikan seluruh fakta yang menyertai fenomena SHC dan membuatnya tidak lebih dari kejahatan biasa. Teori ini dianggap tidak berharga dan layak dibuang ke tempat sampah oleh para penyelidik fenomena SHC.

Banyak sekali teori yang mencoba menjawab fenomena SHC namun tidak ada satupun yang betul-betul memuaskan. SHC sampai saat ini adalah salah satu dari sedikit misteri yang belum terpecahkan. Fenomena SHC adalah benar-benar horror, bagaimana mungkin seseorang yang tengah bersantai sendiri atau berjalan tiba-tiba terbakar hingga menjadi abu. Masihkah kamu berani untuk hidup sendiri di apartemen?

Credit: Live ScienceWikipedia: Spontaneous Human Combustion

Leave a Reply