Penjelasan rasional tentang Misteri Hujan Hewan dan Hujan Darah

Artikel kali ini akan membahas tentang dua fenomena tidak biasa yang sering dipandang oleh banyak orang sebagai keajaiban bahkan kutukan. Pernahkah kamu mendengar tentang hujan darah dan hujan hewan? Kedua fenomena ini sering dikait-kaitkan dengan hal mistis. Tapi sebagai orang yang rasional kita seharusnya tidak percaya begitu saja tanpa terlebih dahulu mencari penjelasan rasionalnya.

Ketika kita mendengar tentang hujan hewan maka kita akan tercengang dan mungkin menganggap itu hanyalah sebuah ungkapan, tetapi yang akan dibahas ini adalah hujan hewan dalam arti sebenarnya. Bagaimana bisa? Yuk disimak saja!

Hujan hewan dalam sejarah

Beberapa tahun lalu, banyak media massa menyiarkan tentang fenomena aneh ini namun keanehan ini sebenarnya telah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu dan dicatat oleh penulis-penulis sejarah kuno kenamaan. Salah satunya adalah Pliny the Elder, sejarawan Romawi populer yang hidup di awal tahun Masehi. Dia pernah menuliskan tentang hujan dan badai ikan dan kodok dalam catatannya. Dari catatan Pliny, kita dapat mengetahui bahwa fenomena ini bukanlah sesuatu yang baru sama sekali.

 photo 00F89161-2ED0-4321-9DAF-385D495D147A.jpg

Badai Tornado

Film Twister adalah salah satu film Hollywood yang menceritakan tentang amukan badai atau tornado. Dalam salah satu scene-nya, kita dapat melihat amukan tornado yang menyapu semua yang dilewatinya, mulai ranting pohon, rumah, pohon besar, sapi, bahkan truk-truk berukuran besar. Tornado itu melontarkan berbagai benda ke angkasa dan kemudian setelah melemah, segala benda yang terlontar akan jatuh bebas ke bumi kembali. Dari film ini kita dapat mengambil suatu inspirasi bahwa hujan hewan dapat disebabkan oleh tornado dimana pusaran angin raksasa akan menerbangkan sekelompok hewan dan menjatuhkannya di tempat lain. Salah satu peristiwa yang sangat berkaitan adalah apa yang terjadi di Minneapolis, Amerika Serikat pada Juli 1901. Pada waktu itu para penduduk melihat pusaran angin tornado yang berwarna hijau di langit. Dan ketika angin reda mereka mendapati kota mereka dipenuhi oleh banyak katak hijau yang terus berjatuhan dari langit.

Di Amerika Serikat, badai tornado adalah fenomena alam biasa dan seringkali tornado mini terjadi dalam kondisi badai yang disertai petir. Tornado mini ketika menerpa danau maka akan melemparkan ikan dan kodok di dalamnya ke angkasa dan ketika badai melemah, hewan-hewan tersebut akan dijatuhkan seperti layaknya hujan ikan dan kodok jatuh dari langit. Dalam beberapa kasus, hewan-hewan yang dijatuhkan sudah dalam keadaan mati membeku.

Mengapa hanya hewan yang terhisap dalam beberapa kasus?

Hal ini dapat dijelaskan dengan apa yang disebut fenomena waterspout. Waterspout jika dialih bahasakan ke bahasa Indonesia berarti “kolom air”. Kolom air terbentuk ketika tornado terbentuk tepat di atas perairan. Pusaran angin akan menghisap hanya apa yang ada di dalam perairan untuk kemudian membawanya ke atas. Itulah alasan mengapa tornado-tornado yang terjadi di perairan hanya membawa ikan dan kodok yang memang banyak terdapat dalam perairan.

 photo F6FDCB0B-878E-4C3F-9B88-F54DE78C2C55.jpg

Peristiwa-peristiwa berkaitan

Selain di Amerika Serikat, fenomena hujan hewan juga terjadi di wilayah negara-negara lain, seperti hujan ikan di Singapura pada tahun 1861, hujan ikan di India pada tahun 2009, hujan ikan rutin di Honduras yang telah berlangsung selama 100 tahun terakhir. Para penduduk lokal menganggap hujan ikan sebagai hal biasa dan mereka memahami bahwa badai adalah penyebabnya. Tidak hanya ikan dan kodok, hujan hewan juga pernah melibatkan hewan-hewan lain seperti ubur-ubur di kota Bath di Inggris pada tahun 1894, laba-laba di provinsi Salt di Argentina pada 6 April 2007, cacing di Louisiana, Amerika Serikat pada 11 Juli 2007, dan bahkan sapi pada 1869 di California dan 1876 di Kentucky di Amerika Serikat. Tapi jangan bayangkan sapi yang jatuh pada kedua peristiwa tersebut berjumlah ribuan karena yang jatuh hanyalah seekor sapi. Tapi tetap layak dianggap “hujan sapi” bukan?

Hujan Darah

Sekarang kita akan membahas tentang fenomena yang cukup mengerikan, yaitu hujan darah! Pertama-tama kamu harus menyadari bahwa “darah” yang dimaksud adalah bukan darah sesungguhnya. Yang dimaksud dengan “darah” di sini adalah cairan berwarna kemerahan. Salah satu peristiwa hujan darah yang sangat menghebohkan adalah apa yang terjadi di Kerala di India pada Juli 2001. Peristiwa serupa yang juga menghebohkan juga terjadi di Kolombia pada tahun 2008.

Beberapa hipotesa tentang hujan darah

Beberapa peneliti mengajukan teori yang menyatakan bahwa warna merah pada air hujan diakibatkan oleh darah ribuan kelelelawar yang tertabrak badai. Sebagian yang lain percaya bahwa warna merah itu adalah dari pasir merah yang bercampur dengan air.

Pada hujan darah di Sisilia tahun 1872, para peneliti menemukan kandungan besi merah yang membuat mereka menyimpulkan bahwa partikel merah dalam air hujan berasal dari debu-debu meteor. Untuk kasus hujan darah di Antartika, para peneliti percaya bahwa warna merah disebabkan oleh sejenis bakteri yang memang banyak menempel di permukaan es di sana.


Sedangkan mengenai hujan darah di Kerala, para peneliti telah sepakat bahwa warna merah pada air hujan disebabkan oleh spora sejenis alga. Alga merah tersebut tergolong dalam genus Trentepohlia dan secara kebetulan memang banyak dijumpai di Kerala. Pernyataan para peneliti ini didukung oleh pemerintah India melalui Centre for Earth Science Studies dimana mereka mengeluarkan pernyataan bersama bahwa fenomena ini bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Salah satu ilmuwan terkenal yang mendukung pernyataan bersama ini adalah Dr. Chandra Wickramasinghe yang bekerja pada Seffield University di Inggris. Dr Wickramasinghe mengatakan bahwa dia telah meneliti partikel air hujan darah di Kerala dan dia tidak menemukan apapun yang berkaitan dengan sel darah, baik sel darah manusia maupun sel darah hewan.

Kesimpulan

Hujan hewan maupun hujan darah merupakan fenomena alam yang walaupun cukup langka namun tetaplah fenomena alam yang dapat dijelaskan. Jadi lain kali kamu mendengar tentang hujan darah dan hujan hewan di suatu tempat, janganlah terburu-buru menyangka bahwa hujan-hujan aneh tersebut terkait dengan fenomena mistis atau spiritual.

Credit: Wikipedia: Rains of Animals, Daily Mail, The Watchers, Red Rain in Kerala, Smithsonian Mag

Leave a Reply