Misteri Mumi-Mumi Mini dari Gurun Atacama

Saya yakin bahwa kamu tidak terlalu familiar dengan apa yang dinamakan Atta Boy. Atta Boy adalah julukan bagi sebuah mumi misterius yang ditemukan hampir 100 tahun lalu di Gurun Atacama di wilayah Peru sekarang. Hampir semua orang dewasa ini pasti tau tentang mumi dan kebanyakan dari kita akan merujuk pada Mesir sebagai sumber kebudayaan mumi. Tentu saja mumi tidak selalu berasal dari Mesir karena banyak juga kebudayaan di luar Mesir yang memiliki tradisi mumi namun yang aneh dari mumi Atta Boy adalah mumi kecil berukuran tidak lebih dari 20 cm. Mumi adalah sebutan bagi jasad manusia yang dibalut dengan kain dan diawetkan dengan minyak-minyak tertentu. Jika Atta Boy adalah manusia maka adakah manusia dengan tinggi 20 cm? Nah, 13 tahun yang lalu atau pada tahun 2003, sebuah mumi lain serupa Atta Boy juga ditemukan di gurun yang sama namun di wilayah Bolivia (Gurun Atacama mencakup wilayah dua negara, Peru dan Bolivia). Mumi kedua ini berukuran hanya 15 cm atau 6 inci. Tak pelak penemuan ini memunculkan teori bahwa dahulu atau bahkan sekarang, terdapat populasi manusia-manusia mini di pedalaman Gurun Atacama. Untuk selanjutnya kita sebut mumi kedua ini sebagai Atta Boy II.


Ripley’s Believe or Not dan Atta Boy

Atta Boy pernah menjadi topik populer dari acara Ripley’s Believe or Not yang terkenal itu. Bahkan mumi-mini ini pernah dipegang oleh Robert Ripley, sang pendiri acara populer ini. Mumi ini begitu kecil, seukuran kacamata baca biasa sehingga mengemukakan banyak pertanyaan mengenai asal-usulnya. Kalangan skeptis seperti biasa mengemukakan teori yang disusun serasional mungkin. Mereka mengajukan usul bahwa mumi Atta Boy sejatinya adalah mumi dari janin manusia. Pertanyaannya adalah mengapa janin sampai perlu dimumifikasi? Untuk catatan, Ripley memiliki sebuah foto dirinya bersama Atta Boy dan foto ini adalah salah satu dari beberapa dokumentasi dari mumi Atacama ini. Pada foto tersebut terdapat caption yang merujuk pada Suku Jivaro, sebuah suku Indian yang memiliki tradisi menyusutkan kepala mayat. Sayangnya pada tahun 1930-an, mumi Atta Boy hilang tanpa bekas dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya. Tapi untunglah karena dunia sekarang memiliki “saudaranya”.

Penelitian

Seperti yang telah diketahui, yang tersisa sekarang adalah Atta Boy II, sedangkan Atta Boy yang pertama tidak diketahui rimbanya. Gary Nolan, seorang profesor ahli mikrobiologi dan immunologi di Stanford School of Medicine melakukan pengujian pada Atta Boy II. Selayaknya ilmuwan, dia tidak mengajukan hipotesa hanya berdasarkan asumsi belaka. Dia melakukan beberapa pengujian ilmiah terhadap mumi Atta Boy II melalui CAT Scans, X Rays, dan Analisis DNA. Dari tiga jenis pengujian ilmiah tersebut, Prof. Nolan menyimpulkan bahwa Atta Boy II adalah mumi dari manusia yang berusia 6 hingga 8 tahun. Sekedar catatan, ketiga tes ini memiliki kemungkinan benar hingga 91%. Bagaimanapun ada kemungkinan salah sebanyak 9%. Sekali lagi, jika Atta Boy II adalah mumi dari anak-anak usia 6-8 tahun, adakah anak-anak berukuran hanya 15 cm?

Pendapat dari Edward Meyer, wakil presiden dari Ripley’s Exhibit dan Archives

Edward Meyer adalah salah satu petinggi dari Ripley’s Believe or Not dan merupakan tokoh yang dihormati. Meyer berpendapat bahwa baik Atta Boy dan Atta Boy II adalah janin yang telah dimumifikasi. Dia menolak dugaan bahwa kedua mumi tersebut adalah hasil dari peradaban Suku Jivaro. Dia menambahkan bahwa selama ini terdapat dokter berkebangsaan Jerman di Peru yang menemukan metode menyusutkan seluruh tubuh. Suku Jivaro sendiri selama ini hanya dikenal menyusutkan kepala saja dan bukan bagian tubuh lain. Dokter Jerman yang dimaksud Meyer adalah Gustav Struve. Menurut Dr. Struve, untuk menyusutkan tubuh manusia, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengeluarkan tulang. Dengan kata lain, Suku Jivaro mengeluarkan tengkorak kepala dari kepala mayat sebelum menyusutkannya dengan ramuan tertentu. Keterangan dari Dr. Struve lah yang menyebabkan Meyer meragukan bahwa Atta Boy dan Atta Boy II adalah mumi manusia yang disusutkan karena mereka memiliki tulang!

Kaitan antara kedua mumi

Banyak orang mengaitkan kedua mumi dengan menyatakan bahwa mereka adalah produk dari kebudayaan yang sama. Namun di dunia ilmu pengetahuan kita tidak dapat memberikan asumsi tanpa dasar yang kuat. Oleh karena itu, mumi Atacama yang pertama (Atta Boy) harus ditemukan sehingga kedua mumi dapat dibandingkan DNA-nya. Huffington Post telah membuat sayembara untuk mencari informasi tentang keberadaan Atta Boy yang hilang sejak 1930-an. Sayembara itu berhadiah unik yaitu tiket gratis seumur hidup ke seluruh fasilitas Ripley’s di seluruh dunia.

 photo 688C6D03-DFA0-491B-AF15-411564F78377.jpg

Pendapat dari Paolo Viscardi

Paolo Viscardi adalah seorang kurator kenamaan dari Museum Horiman di London. Kurator adalah seorang yang bertugas untuk mengawasi institusi warisan budaya atau seni. Viscardi berpendapat bahwa berdasarkan pengalamannya yang banyak berhubungan dengan kerangka janin, dia memiliki keyakinan bahwa Atta Boy II adalah mumi dari janin manusia berusia 18 hingga 20 minggu. Jika ini benar maka misteri mengapa mumi itu berukuran tidak lebih dari 15 cm telah terjawab. Namun pendapat ini sangat bertentangan dengan pendapat dari Prof. Nolan yang mendasarkan hipotesanya pada pengujian berbasis kepadatan tulang. Menurut sang profesor, Atta Boy II berasal dari tubuh manusia berusia 6 hingga maksimal 8 tahun. Bagaimanapun, pendapat Viscardi sangat didukung oleh kalangan skeptis yang tentunya berusaha menyingkirkan setiap kesimpulan yang di luar kewajaran.

Viscardi mendasari hipotesanya dengan penjelasan mengapa kepala Atta Boy II berbentuk aneh. Menurutnya, Atta Boy II memiliki kepala aneh karena dia asalnya adalah janin bayi dan seperti kita tahu, janin bayi memiliki bentuk yang sekilas mirip kecebong katak. Kurator ini juga memiliki sebuah bukti yang mendukung pendapatnya yaitu bahwa jumlah tulang rusuk dari mumi Atta Boy II hanya berjumlah 10 pasang, mirip dengan jumlah tulang rusuk janin usia tertentu. Pada janin dengan usia lanjut (menjelang kelahiran), “floating ribs” atau rusuk bagian bawah akan terbentuk dan dengan demikian menambah jumlah tulang rusuk secara keseluruhan. Terkait dengan hasil pengujian Prof. Nolan yang menyimpulkan bahwa kepadatan tulang mumi Atacama ini identik dengan anak berusia 6-8 tahun, Viscardi berpendapat bahwa ketika tulang mengalami proses mumifikasi, kepadatan tulang akan meningkat secara otomatis. Jadi pendapat siapakah yang benar? Apakah pendapat Prof. Nolan atau Viscardi (yang juga didukung oleh Edward Meyer)? Atau mungkin baik Atta Boy maupun Atta Boy II merupakan mumi dari alien yang datang dari peradaban luar angkasa? Only God knows!

Credit: Agent Query Connect, Vegmomos

Leave a Reply