Misteri Monalisa

Monalisa adalah salah satu lukisan paling terkenal sepanjang masa. Lukisan ini sebenarnya menggambarkan sesuatu yang sederhana; seorang wanita Eropa abad pertengahan yang sedang tersenyum. Dibalik kesederhanaannya, lukisan ini menyimpan banyak misteri; kapankah pembuatannya dan siapakah sebenarnya model wanita dalam lukisan itu. Selama ini kebanyakan orang mengikuti pendapat Giorgio Vasari, seorang penulis biografi dari Leonardo da Vinci, sang pelukis. Menurut Vasari, da Vinci membuat lukisan itu pada tahun 1503, sepulangnya dari Florence dan model yang dipakai adalah istri ketiga seorang bangsawan Italia, bernama Fransesco di Bartolomeo.

Mona-Lisa [85518]

Masih menurut Vasari, lukisan Monalisa dikerjakan selama 4 tahun dan selesai pada tahun 1507 namun tidak segera diserahkan pada di Bartolomeo yang memesan lukisan itu malahan dibawa oleh da Vinci saat dia pindah ke Prancis pada tahun 1516. Di Prancis, da Vinci menjual lukisan itu pada raja Prancis saat itu, Francois I. Lukisan ini segera menjadi kesayangan raja-raja Prancis selama beberapa generasi bahkan juga sang penakluk terkenal dari Prancis, Napoleon Bonaparte. Lukisan ini mulai “mengglobal” ketika pada tahun 1911 dicuri dan beberapa puluh tahun kemudian, pada 1956, tersiram cairan asam secara tidak sengaja. Pada akhirnya, lukisan ini disimpan di dalam sebuah kotak kaca anti peluru di Museum Louvre, Paris, Prancis.

 photo daVinci 85519.jpg

Senyuman Misterius

Apa yang membuat lukisan ini begitu fenomenal terletak pada dua hal; lukisan ini adalah karya Leonardo da Vinci, dan senyuman si Monalisa itu sendiri. Tentunya hal pertama tidak diragukan lagi dan orang mulai terpusat pada hal kedua, yaitu senyuman Monalisa. Menurut beberapa ahli sejarah, bentuk sunggingan senyuman Monalisa yang misterius adalah jamak ditemui pada wanita-wanita abad ke 15 dan 16. Merupakan sesuatu yang jamak ketika wanita tersenyum layaknya wanita pada lukisan Monalisa. Sedangkan seorang dokter Italia berpendapat bahwa wanita dalam lukisan Monalisa adalah gambaran wanita yang menderita penyakit Bruxism. Bruxism sebenarnya bukan penyakit namun kebiasaan buruk yang dipengaruhi oleh kondisi psikologis seseorang. Seorang penderita Bruxism akan senantiasa menggeremetakkan gigi mereka. Kebiasaan ini akan menyebabkan penampilan wajah menjadi aneh (seperti halnya pada lukisan Monalisa) dan juga kerusakan pada gigi. Kembali ke masalah “senyuman Monalisa”, ada pendapat yang sangat terkenal karena dicetuskan oleh Sigmund Freud, neurologis paling terkenal sepanjang masa dari Austria. Freud berpendapat bahwa senyuman Monalisa sebenarnya adalah senyuman Caterina, ibunda dari da Vinci, yang senantiasa sering menjadi inspirasi da Vinci dalam membuat lukisan. Jika pendapat ini benar, maka misteri senyuman misterius Monalisa telah terpecahkan pun siapa sebenarnya model di balik lukisan Monalisa. Biarkan waktu yang menjawab.

Credit: Robin Maxwell, Dokita.

Leave a Reply