Misteri Edward Leedskalnin: pembuat struktur bebatuan raksasa seorang diri dan tanpa bantuan alat modern apapun!

Latvia, negeri kecil di kawasan Laut Baltik terkenal akan suhu dingin dan pemandangan indahnya. Latvia adalah salah satu negeri di Eropa yang dikaitkan dengan “kesuraman” mengingat lokasinya yang berada di belahan bumi utara dimana suhu disana sangat dingin dan vegetasinya tidak terlalu beragam seperti negara-negara Eropa lain. Latvia tidak hanya terkenal akan “kesuraman”, tetapi juga oleh “kemisteriusan” dari salah satu penduduknya. Edward Leedskalnin, seorang pria misterius dari Latvia, mengklaim bahwa dia telah mengetahui banyak rahasia mengenai Piramida dan struktur bebatuan pra sejarah lain di Mesir, Peru, Yucatan, dan Asia.

Edward, pada usia 25 tahun, sangat terkejut ketika Agnes tunangannya memutuskan untuk membatalkan pernikahan sehari menjelang hari pernikahan mereka. Didorong oleh rasa putus asa dan kecewa, Edward bermigrasi ke Amerika Serikat dan menghabiskan 30 tahun untuk membangun sebuah struktur bebatuan raksasa yang disebut Coral Castle. Coral Castle terletak di Homestead, Florida dan terdiri dari bebatuan megalitik yang sangat berat. Masing-masing memiliki berat hingga beberapa ton dan kebanyakan bebatuan yang digunakan adalah batu oolite, batu yang tersusun dari fosil koral dan cangkang hewan laut.

Edward [56167]

Coral Castle dibangun pada sebuah area dengan luas 4 hektar dan terdiri dari tidak kurang dari 1000 ton bebatuan. Edward membangun struktur ini hingga tahun kematiannya yaitu tahun 1951. Mungkin sekarang kamu berpikir bahwa Coral Castle adalah struktur bebatuan biasa yang dapat dibangun di jaman sekarang dengan cepat. Kalau kamu berpikir begitu maka kamu salah, karena Edward membangun struktur bebatuan raksasa ini seorang diri tanpa bantuan siapa-siapa dan menggunakan alat pengangkut batu apapun! Apakah Edward semacam Bandung Bondowoso yang mampu membangun candi dalam semalam? Tapi come on, Bandung Bondowoso adalah dongeng sedangkan Coral Castle dibangun di masa modern dimana dongeng adalah tidak eksis. Tidak ada satu saksipun yang melihat bahwa Edward menggunakan peralatan derek raksasa untuk mengangkut bebatuan seberat beberapa ton.

 photo The-Coral-Castle-14-DR_1.jpg

Struktur yang menakjubkan

Coral Castle terdiri dari bebatuan yang dibentuk menjadi berbagai macam bentuk, misalnya dinding, ukiran, perabot, dan menara kastil. Hebatnya, Edward tidak menggunakan perekat apapun untuk menggabungkan batu satu dengan batu lainnya.

Edward hanya menumpuk bebatuan dengan memanfaatkan berat masing-masing batu dan sama seperti Piramida Mesir, tumpukan bebatuan Coral Castle begitu presisi sehingga celah antara dua batu tidak dapat ditembus cahaya!

Tidak hanya menumpuk batu, Edward juga melakukan “keajaiban” lain yaitu membentuk sejumlah batu yang disusun vertikal. Batu-batu vertikal ini masing-masing memiliki tinggi 2,4 meter dan mereka membentuk semacam perimeter di tengah-tengah Coral Castle. Batu-batu vertikal ini dipotong dengan ketelitian yang luar biasa karena mereka dipotong dengan tinggi yang sama persis satu sama lain! Ingat! Edward tidak menggunakan peralatan modern apapun!

 photo Coral-Castle-4.jpg

Credit: Extreme Health Radio

Semua struktur bebatuan buatan Edward begitu kuatnya sehingga badai Andrew yang terkenal sangat kuat tidak dapat menggeser satupun batu di Coral Castle. Untuk diketahui, Badai Andrew adalah salah satu badai terkenal yang secara teratur menghantui Florida. Selain perimeter, Edward juga membentuk menara dua lantai yang menjadi tempat tinggalnya. Total berat menara ini adalah 243 ton! Menara ini dilengkapi dengan berbagai pernik seperti teleskop buatan, obelisk, kolam, perabot, dan patung-patung. Semuanya terbuat dari batu. Satu struktur yang paling fenomenal adalah gerbang batu seberat 8,2 ton. Bayangkan gerbang batu ini dibuat sepresisi mungkin sehingga dapat dibuka dengan dorongan telunjuk seorang anak kecil. Misteri gerbang ini sangat memusingkan banyak orang termasuk para ahli. Sayangnya, gerbang batu ini tiba-tiba macet pada tahun 1986, 35 tahun setelah kematian Edward.

Para insinyur terkejut

Sekelompok insinyur sipil lalu dipanggil pemerintah Florida untuk memperbaiki gerbang batu. Menurut laporan, butuh 6 orang dan derek seberat 50 ton untuk memindahkan gerbang sekaligus memperbaikinya. Mereka menemukan sebuah fakta mengejutkan bahwa Edward ternyata melubangi gerbang batu tersebut dengan sangat teliti dan menyeimbangkannya hanya dengan menggunakan besi biasa dan bearing milik truknya! Menurut para insinyur yang berada di lokasi, lubang di gerbang batu itu mustahil dibuat tanpa campur tangan teknologi bor laser karena betul-betul bulat sempurna. Sedangkan Edward sama sekali tidak menggunakan peralatan modern. Dia hanya menggunakan peralatan tukang biasa. Yang perlu dicatat disini, para ilmuwan tidak dapat memperbaiki fungsi gerbang seperti sebelumnya walau mereka telah menggunakan berbagai peralatan modern.

 photo ccgate.jpg

Gerbang Coral Castle Credit: crystalinks

Dugaan

Ingatlah bahwa di setiap misteri, selalu ada dua kubu; kubu yang percaya dan kubu yang skeptis. Kita tidak akan membahas dugaan skeptis di sini karena mereka tidak berhasil memberi penjelasan rasional apapun. Yang mereka katakan hanyalah tidak percaya tanpa bisa menjelaskan mengapa mereka tidak percaya. Kita akan membahas pendapat atau asumsi dari para ahli yang percaya bahwa Edward melakukan cara misterius dalam membangun Coral Castle.

    • Edward mungkin benar-benar mengetahui rahasia arsitektur purba seperti klaimnyaKebanyakan orang menduga bahwa Edward memang benar-benar mengetahui rahasia pembuatan struktur bebatuan megalitik kuno seperti Piramida di Mesir dan Amerika Tengah.

 photo Throne-Room_1.jpg

  • Edward menggunakan peralatan anti gravitasiSebagian orang menduga Edward mampu mengangkut berton-ton batu dengan peralatan ajaib. Tentu saja mereka tidak mampu menjelaskan alat semacam apa yang dipakai Edward.
  • Teori DiamagnetikDavid Hatcher Childress, seorang penulis dan ilmuwan, menduga bahwa Edward telah merencanakan Coral Castle dibangun di Florida karena daerah ini memiliki diamagnetik kuat yang bisa membuat sebuah objek melayang. David mengkaitkan Coral Castle dengan Segitiga Bermuda karena Florida adalah salah satu titik dalam Segitiga Bermuda. David mendasarkan teorinya pada buku catatan Edward yang berisi skema-skema percobaan listrik dan elektromagnetik. Namun lagi-lagi David tidak berhasil menjelaskan sepenuhnya tentang bagaimana cara prinsip diamagnetic mengangkat obyek seperti batu.

Kematian Edward

Hingga kematiannya, Edward tidak sekalipun memberitahukan rahasianya dalam membangun Coral Castle. Dia hanya mengklaim bahwa dia mengetahui bagaimana struktur megalitik raksasa dibuat dan dia menegaskan bahwa tidak ada campur tangan alien dan sejenisnya. Sebenarnya ada satu foto yang menangkap kegiatan Edward saat dia membangun Coral Castle-nya, dan dari foto itu jelas Edward menggunakan teknik “Block and Tackle”, sebuah teknik pondasi umum. Namun bagaimana Coral Castle dibuat seorang diri dan dengan ketelitian pada level komputer adalah tetap menjadi misteri hingga sekarang. Misteri ini terkubur bersama kematian Edward dan cintanya yang kandas sehari sebelum hari pernikahannya.

Credit: Wikipedia: Edward LeedskalninCoral Castle

Leave a Reply