Kappa, Mitos Dewa Air dari Jepang

Saya yakin banyak dari kalian yang belum pernah mendengar tentang “Kappa”. Namun jika kalian mempelajari sejarah dan kebudayaan Jepang dari masa ke masa, kalian akan “menemukan” satu makhluk misterius yang disebut-sebut sebagai Dewa Air Kappa. Ini adalah legenda tradisional Jepang yang memiliki kaitan erat dengan mitologi Shinto.

Sebagaimana diketahui, Shinto adalah agama dominan di Jepang yang menekankan pada penyembahan pada berbagai dewa terutama Dewa Matahari atau Amaterasu Omikami, demikian orang Jepang menyebutnya. Agama ini digolongkan sebagai agama yang menggabungkan antara kekuatan roh-roh leluhur (dan juga roh-roh alam) dengan berbagai gejala alam. Agama ini sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Tiongkok dan memiliki beberapa persamaan dengan apa yang diajarkan oleh Taoisme. Dengan dikombinasikan oleh gejala-gejala alam khas Jepang, jadilah Shinto sebagai jatidiri bangsa Jepang bahkan hingga sekarang walaupun sebagian besar dari mereka tidak benar-benar mempercayai setiap detail dalam kepercayaan ini.

Kappa-2

Agama adalah bagian dari kebudayaan dan dalam konteks agama Shinto, segala sesuatu yang bergerak dan tidak bergerak di alam Jepang menjadi bagian integral dari kepercayaan unik ini. Kappa adalah makhluk mitologi yang pada jaman dahulu (dan mungkin juga sekarang) dianggap pernah ada. Ini adalah apa yang dianggap sebagai perwujudan Dewa Air dengan berbagai gelar; Kawataro, Masunta, Mujima, dan Kawaranbe. Setiap julukan memiliki definisi tersendiri, sebagai contoh Kawataro berarti “Bocah Air” atau “Anak Sungai”. Secara garis besar, Kappa selalu dihubungkan dengan kegiatan-kegiatan di danau, sungai, dan bahkan saluran irigasi.



Deskripsi tradisional

Sama halnya dengan makhluk-makhluk mitologi lainnya, Kappa memiliki gambaran tradisionalnya sendiri. Makhluk air ini digambarkan seperti separuh belut dan separuh kura-kura dengan beberapa ciri manusia. Deskripsi Kappa sangat beragam namun yang paling populer adalah anak kecil berambut panjang, berwajah seperti kera, memiliki kulit bersisik kehijauan, dan yang paling khas, memiliki tempurung kura-kura di punggungnya. Tidak heran banyak orang Jepang menyebut Kappa sebagai makhluk gabungan manusia, belut, dan kura-kura. Sungguh cryptid yang unik bukan?

Kappa-1

Beberapa catatan tambahan menyebutkan bahwa Kappa berkulit seperti bunglon (dapat berubah-ubah sesuai lingkungan), berbau amis seperti ikan, sangat menyukai ketenangan, dan tidak menyukai logam. Lokasi-lokasi dimana makhluk ini sering terlihat adalah Kyushu dan sungai Sarugaishi yang mengaliri daerah Honshu.



Satu catatan kuno menyebutkan bahwa cryptid ini menyukai pertarungan namun tidak seperti hewan-hewan lainnya, Kappa memiliki “etika bertarung” layaknya Samurai. Seekor Kappa sebelum bertarung akan membungkukkan badannya terlebih dahulu. Hewan ini juga memiliki rongga di kepalanya yang berisi air yang menurut legenda adalah sumber kekuatannya. Kekuatan Kappa digambarkan sebagai sesuatu yang fantastis. Kappa disebut bertubuh sebesar anak kecil berusia maksimal 10 tahun namun mampu menyeret kuda dewasa ke dalam air.

Catatan-catatan sejarah

Catatan pertama perihal Kappa bertarikh 720 Masehi. Catatan ini disebut Nihon Shoki dan dalam dokumen kuno tersebut, Kappa disebut dengan “Kawa no Kami”. Pada masa berikutnya, Jaman Edo, Kappa banyak muncul dalam berbagai lukisan dan antologi. Namun kepopuleran cryptid sungai ini tidak pernah benar-benar begitu besar menginjak tahun 1910. Pada tahun 1910, terbit sebuah kisah berjudul Tono Monogatari yang didalamnya menceritakan beberapa jenis cryptid asli Jepang, salah satunya adalah Kappa. Masih ada kisah-kisah oral lain yang sebagian besar diantaranya tidak didokumentasikan.

Dugaan fosil

Setidaknya ada lima lokasi dimana (apa yang diduga) fosil Kappa berada. Lokasi-lokasi tersebut adalah:

  • National Museum of Ethnology di Leiden, Belanda
    Museum ini menyimpan apa yang dianggap sebagai mumi Kappa namun bahkan pihak museum sendiri menganggap bahwa itu adalah mumi buatan yang diciptakan oleh seniman zaman Edo. Mumi ini diduga diciptakan dengan menggabungkan organ hewan-hewan berbeda.


  • Kuil Zuryuji di Osaka, Jepang
    Di dalam kuil ini terdapat sebuah mumi Kappa yang sangat mirip dengan mumi anak-anak dengan panjang tubuh 70 cm. Mumi kuno ini diperkirakan berasal dari era 1680-an.
  • Kappa-3

  • Pabrik sake di Imari, Jepang
    Sungguh tempat yang aneh untuk menyimpan mumi! Di dalam pabrik ini terdapat sebuah kotak kaca berisi sesosok kerangka makhluk humanoid (mirip manusia). Menurut cerita, mumi ini ditemukan dalam sebuah kotak kayu oleh seorang tukang bangunan yang sedang mengerjakan renovasi sebuah loteng. Mumi tersebut kemudian diwariskan sebagai pusaka keluarga kepada anak cucunya dan untuk sebuah alasan kemudian disimpan di dalam pabrik sake tersebut, tidak lupa dilengkapi semacam altar kecil untuk pemujaan.
  • Kuil di Ueno Asakuka, Jepang
    Mumi di dalam kuil ini tidak memiliki bagian tubuh lengkap melainkan potongan tangan saja. Walaupun hanya berupa potongan tangan, mumi ini dipercaya oleh banyak orang sebagai sisa dari Kappa. Sejarah kuil tersebut tidak lepas dari kawasan aliran sungai dengan banjir “kronis” yang kemudian direhabilitasi dengan bantuan Kappa yang tinggal di Sungai Sumida. Kuil ini sering dijuluki sebagai Kuil Kappa.
  • Kappa-4

  • Tempat Peziarahan di Perfektur Kumamoto, Jepang
    Sama seperti di Kuil Kappa, mumi di tempat ini hanya berupa sepotong tulang tangan yang dipercaya sebagai tulang Kappa yang tertinggal.

Pengaruh Kappa terhadap perkembangan budaya di Jepang

Kappa adalah makhluk mitologi yang ditakuti. Monster kecil ini merupakan mimpi buruk bagi kebanyakan rakyat di berbagai pelosok pedesaan Jepang dan oleh karenanya, berbagai upacara diadakan untuk mencegah makhluk cryptid itu datang mengganggu. Menurut legenda dan desas-desus, Kappa sangat takut terhadap api sehingga banyak daerah-daerah pelosok di Jepang mengadakan upacara tradisional yang melibatkan api. Sampai sekarang kalian dapat melihat “festival-festival api” di beberapa wilayah Jepang. Tentu saja sekarang festival-festival itu diadakan untuk kepentingan pariwisata namun kalian sekarang dapat memahami latar belakang dari festival-festival tersebut, ketakutan terhadap Kappa!



Jika kalian berwisata ke Jepang, kalian akan menemukan beberapa kuil yang didedikasikan secara khusus untuk pemujaan Kappa. Sebagai sebuah makhluk legendaris, Kappa ditakuti sekaligus dihormati. Sedikit versi legenda menceritakan bahwa Kappa juga diketahui sering membantu para petani mengolah lahan pertaniannya dan juga terkadang membantu mengobati jika ada penduduk desa yang sakit parah. Kappa sangat populer bahkan dalam satu seri dari Kisah Crayon Shincan, Shincan kedatangan sesosok Kappa alias Anak Sungai yang tinggal beberapa saat di rumahnya. Jadi apakah Kappa benar-benar ada? Kita belum tahu namun yang pasti sebagian legenda kuat di dunia memiliki dasar-dasar faktual.

Credit: On Mark Production
Yokai
Exemplorer

Leave a Reply