Jack si Tumit Pegas yang meneror Inggris hingga hampir tujuh dekade!

Jack si Tumit Pegas atau dalam bahasa aslinya Spring Helled Jack adalah satu lagi misteri dari Inggris yang cukup menarik untuk diceritakan. Kisah bermula pada hampir 200 tahun lalu di London, yaitu pada tahun 1837. Pada tengah malam, seorang pria sedang berjalan ke rumahnya selepas kerja dan mendapati sesosok makhluk melompati pagar perkuburan di sampingnya dan mendarat di hadapannya. Sesosok makhluk itu selama beberapa detik memandangnya sebelum melompat menghilang di tengah kegelapan malam London. Pria itu menggambarkan dengan terbata-bata bahwa sesosok itu menyerupai gambaran Iblis pada masa itu, yaitu pria berotot dengan mata merah dan telinga runcing seperti telinga kurcaci. Pria itu juga melaporkan bahwa makhluk mirip Iblis itu mampu melompat hingga lebih dari dua meter dari permukaan tanah.


Tak pelak kisah itu menjadi rumor di London dan tidak membutuhkan waktu lama, banyak laporan dari warga London yang menyatakan bahwa mereka juga melihat sosok seperti Iblis bertelinga runcing yang mampu melompat di luar kemampuan manusia normal. Beberapa tahun kemudian, beberapa wanita London melaporkan bahwa mereka telah diserang oleh sosok misterius itu dan sejak saat itu, makhluk misterius itu mendapat julukan yang dalam bahasa Indonesia berarti Jack si Tumit Pegas. Dijuluki si Tumit Pegas karena dia mampu melompat tinggi di luar kemampuan manusia normal seakan-akan dia memiliki pegas pada kakinya.

Serangan-serangan yang tercatat

Serangan pada Mary Stevens

Pada Oktober 1937, malam-malam, seorang wanita bernama Mary Stevens sedang berjalan menuju suatu daerah bernama Lavender Hill. Ketika sedang asyik berjalan, Mary mendadak dikagetkan oleh sesosok pria aneh yang kemudian menciuminya. Tak hanya menciuminya, makhluk itu juga memeganginya dengan cakarnya yang tajam sehingga melukai kulit Mary. Sontak perempuan itu berteriak dan dengan segera makhluk itu melompat dan menghilang di tengah kegelapan malam sembari mengeluarkan semacam tawa aneh.

Serangan pada Jane Aslop

Serangan pada Jane Aslop terjadi beberapa bulan setelah serangan pada Mary Stevens. Pada 19 Februari 1838, Jane Aslop, seorang wanita London biasa, mendengar suara di depan rumahnya yang mengaku bahwa dia adalah polisi yang berhasil menangkap Jack si Tumit Pegas dan dia membutuhkan sebatang lilin. Jane langsung membuka pintu depan rumahnya dengan lilin menyala dan dia mendapati sesosok pria bertudung yang dengan segera membuka tudungnya dan menampakkan wajah mengerikan. Sosok itu ternyata adalah Jack si Tumit Pegas! Jane menggambarkan bahwa Jack memiliki mata merah dan lidah api berwarna campuran biru dan putih. Jack lalu menyerang perempuan itu dan mengoyakkan pakaiannya. Jane menceritakan bahwa cakar Jack terkesan terbuat dari besi sehingga kulitnyapun ikut terkoyak. Setelah diperiksa, Jane menderita beberapa luka cabikan benda tajam di bagian leher dan lengannya.

 photo D4981A9B-A9BC-4AEA-B3ED-0B6369E69D3F.jpg

Serangan pada Lucy Scales

Lucy Scales adalah seorang remaja berusia 18 tahun. Pada malam tanggal 28 Februari 1838, Lucy sedang berjalan-jalan di distrik Limehouse bersama kakak perempuannya. Ketika mereka sampai pada suatu jalan bernama Green Dragon, mereka dikejutkan oleh sesosok bertubuh jangkung yang tiba-tiba langsung meludahi mereka. Alih-alir air liur, mulut makhluk itu mengeluarkan semacam lidah api berwarna biru yang membutakan mata Lucy selama beberapa menit. Penyerangan pada Lucy semakin memicu paranoia masal di tengah-tengah penduduk London.

Kemunculan Thomas Millibank

Ketika ketakutan tentang Jack si Tumit Pegas menyebar dengan cepat, tiba-tiba seorang pria bernama Thomas Millibank muncul dan mengaku di hadapan publik bahwa dia adalah Jack si Tumit Pegas. Polisi London segera menangkapnya namun segera dilepaskan karena baik Jane dan Lucy bersikeras bahwa makhluk misterius yang mereka temui dapat menyemburkan lidah api berwarna biru. Thomas sendiri mengaku bahwa dia tidak mampu menyemburkan lidah api apapun dari mulutnya. Hal yang aneh adalah alasan mengapa Thomas mengaku sebagai Jack si Tumit Pegas.

Perkembangan selanjutnya

Setelah pengakuan Thomas, Jack si Tumit Pegas nampaknya menghilang selama beberapa waktu, kurang lebih 2 tahun hingga pada tahun 1840, banyak cerita tentang penampakan monster itu dilaporkan orang-orang mulai dari Northamptonshire di utara hingga wilayah East Anglia di selatan. Lima belas tahun kemudian yaitu pada tahun 1855, Jack muncul di daerah Black Country dan juga di Old Hill, terlihat sedang melompat-lompat di atap rumah-rumah penduduk.

Bersamaan dengan kemunculan jejak Setan Devon

Kira-kira bersamaan dengan kemunculan Jack di Black Country, Inggris juga tengah dihebohkan dengan teror dari monster lain yang dijuluki sebagai Setan Devon. Beberapa orang menyimpulkan bahwa Jack si Tumit Pegas dan Setan Devon adalah makhluk yang sama dengan julukan berbeda. Setelah kemunculannya di Black Country, Jack kemudian menghilang hingga belasan tahun.

Kemunculan kembali Jack

Pada November 1872 atau tepatnya 17 tahun setelah kemunculan Jack di Black Country, sebuah surat kabar Inggris yang populer di masa itu, News of the World, melaporkan kemunculan makhluk misterius yang meneror kota Peckham. Makhluk itu dijuluki sebagai “Peckham Ghost” atau Hantu Peckham. Lagi-lagi Inggris diteror oleh makhluk aneh dan lagi-lagi pula Jack diasumsikan sebagai sosok di balik Peckham Ghost.

Setahun kemudian atau pada tahun 1873, para penduduk kota Sheffield melaporkan sosok mirip Jack dengan deskripsi yang nyaris sama persis. Empat tahun dari peristiwa penampakan di Sheffield yaitu pada tahun 1877, Jack muncul tiba-tiba di sebuah barak militer yang berlokasi di Aldershot. Kemunculan kali ini adalah salah satu kemunculan Jack dimana sosok misterius itu disaksikan oleh banyak orang. Pada peristiwa ini, Jack sempat membuat seorang prajurit terkapar sebelum dia ditembak oleh prajurit lain dan menghilang di tengah kegelapan malam. Pada musim gugur tahun itu juga Jack terlihat di Newport Arch di Lincolnshire dan dikepung penduduk setempat. Sekali lagi Jack berhasil meloloskan diri dari kepungan massa.

Sembilan tahun kemudian atau tahun 1886, kemunculan Jack dilaporkan oleh Birmingham Post yang mengutip kesaksian dari dua orang, pria dan wanita, yang bersaksi bahwa mereka mendapat tepukan tangan Jack di pundak mereka. Ketika mereka membalikkan badan mereka melihat Jack dan sosok itu mengucapkan selamat malam. Tahun itu juga Jack juga dilaporkan terlihat di atap gereja Saint Francis Xavier di Everton. Setelah penampakan di Everton, Jack menghilang hingga 18 tahun sebelum terlihat melompat dari jalan raya hingga atap-atap rumah penduduk di William Henry Street dan ini adalah penampakan terakhir Jack si Tumit Pegas. Penampakan terakhir ini terjadi pada tahun 1904 dan dengan demikian teror makhluk misterius ini telah berlangsung selama 67 tahun!

Siapakah Jack si Tumit Pegas sebenarnya?

Seperti pada misteri-misteri lainnya, selalu ada lebih dari satu hipotesa. Hipotesa pertama adalah apa yang dinamakan sebagai histeria massa. Tentu saja hipotesa ini sangat lemah karena histeria massa tidak mampu menyerang banyak orang secara fisik. Hipotesa kedua adalah bahwa Jack adalah iblis sungguhan yang didatangkan oleh para tukang sihir. Hipotesa ini cukup menarik namun tentu sulit dipercaya oleh siapa saja yang mengedepankan pemikiran rasional. Hipotesa ketiga adalah bahwa Jack adalah seseorang dengan peralatan canggih di masa itu seperti pegas pada kaki yang memungkinkan orang itu untuk melompat tinggi dan mungkin pemantik api dalam mulut yang mampu menyemburkan lidah api. Namun hipotesa ini juga lemah karena bagaimana seseorang mampu meneror suatu negara sendirian selama 67 tahun? Hipotesa keempat adalah bahwa Jack adalah sekelompok orang dengan peralatan canggih yang bersepakat meneror Inggris selama hampir 70 tahun. Terdengar tidak masuk akal bukan?

 photo ECAF06EB-FA2A-4FDB-A1F2-5A954FC20301.jpg

Henry de la Poer Beresford III, sang bangsawan Irlandia

Dia adalah seorang bangsawan Irlandia dengan julukan The Marquess of Waterford. Julukan ini timbul akibat reputasi kasarnya terutama pada wanita. Orang ini disebut oleh E. Cobham Brewer, seorang penulis Inggris terkenal pada abad 19, sebagai orang yang memiliki kebiasaan aneh yaitu mengejutkan para pejalan kaki. Masalahnya Henry sang bangsawan meninggal pada tahun 1859. Lantas siapakah yang meneror hingga tahun 1904? Peter Henning, penulis sebuah buku yang membahas fenomena Jack si Tumit Pegas secara khusus, The Legend and Bizarre Crimes of Spring Heeled Jack, mengajukan hipotesa bahwa orang lain meneruskan hobi Henry menakut-nakuti pejalan kaki selama 45 tahun berikutnya. Sungguh hobi yang aneh dan fakta ini membuat hipotesa ini juga sulit diterima. Dari berbagai hipotesa nampaknya tidak ada satupun yang dapat menjelaskan Jack si Tumit Pegas dengan penjelasan yang dapat diterima akal sehat sehingga kisah ini tetap menjadi misteri dan mungkin tidak akan terpecahkan selamanya.

Credit: Anomaly Info, Monster Wikia, Mikedash

Leave a Reply