El Chupacabra, monster penghisap darah dari pegunungan Amerika Tengah!

El Chupacabra adalah julukan bagi sosok makhluk misterius penghisap darah yang sempat sangat “ngetop” pada dekade 90-an. Ini adalah salah satu dari segelintir makhluk cryptid yang benar-benar memusingkan banyak ahli termasuk kaum skeptis yang memiliki kecenderungan untuk menolak segala hal berbau aneh, mistis, dan juga ajaib. El Chupacabra berarti “Anjing Penghisap Darah”.

Awal mula cerita

Pada awal dekade 1990-an, Puerto Rico menjadi tempat favorit bagi para peneliti UFO dari berbagai penjuru dunia. Mereka mengadakan observasi di Puerto Rico selama beberapa tahun. Pada kuartal pertama tahun 1995, para penduduk lokal banyak mengeluhkan tentang serangan makhluk aneh penghisap darah yang membunuh hewan-hewan ternak mereka. Insiden paling serius di Maret 1995 adalah ketika delapan ekor domba ditemukan mati dengan masing-masing memiliki luka tusuk di dada sebanyak tiga buah. Tidak hanya itu, kedelapan ekor domba tersebut mati karena kehabisan darah. Kehabisan darah disini lebih tepat disebut “kehilangan darah” karena mereka ditemukan dalam keadaan sama sekali tidak memiliki darah setetespun!


El Vampiro de Moca

Ini adalah julukan dari sosok yang dianggap bertanggungjawab terhadap pembunuhan sekelompok ternak di kota Moca, masih di wilayah Puerto Rico. Kasus 1975 ini sangat identik dengan apa yang terjadi pada Maret 1995. Nampaknya sejak beberapa puluh tahun yang lalu, telah berkeliaran sesosok makhluk misterius di Puerto Rico yang memiliki “hobi” untuk menghisap darah ternak.

Menyebar ke negara-negara lain

Setelah insiden pembunuhan delapan domba pada Maret 1995, nampaknya teror tidak berhenti hanya sampai di situ. Pembunuhan-pembunuhan pada ternak terjadi di hampir semua bagian dan distrik di Puerto Rico, bahkan menyebar ke negara-negara lain seperti Chile, Panama, Peru, Argentina, Republik Dominika, Mexico, dan bahkan Amerika Serikat (bagian selatannya yang berbatasan dengan Mexico). Teror terlalu sering terjadi sehingga banyak orang menduga bahwa insiden-insiden itu terkait dengan pemujaan setan. Namun mengingat teror berlangsung secara acak dan lintas negara, dugaan dan tuduhan terhadap aktifitas pemujaan setan dapat dikesampingkan.

Awal mula istilah Chupacabra

Istilah Chupacabra pertama kali dicetuskan oleh seorang komedian dari Puerto Rico yang bernama Silverio Perez. Perez memilih nama Chupacabra dengan dasar bahwa “Chupar” dalam bahasa Spanyol berarti menghisap dan “Cabra” dalam bahasa Spanyol berarti kambing. Jadi secara harafiah Chupacabra adalah penghisap darah kambing.

 photo 986317A7-A3B6-44BF-A694-B31403EBC947.jpg

Serangan-serangan yang populer

San Antonio, Texas

Pada Juli 2004, terjadi sebuah serangan di daerah San Antonio, Texas, Amerika Serikat. Seorang peternak kambing melaporkan bahwa dia melihat sesosok makhluk mirip anjing yang menyerang ternaknya. Dia menyebut sosok penyerang itu “Makhluk Elmendorf”. Dia sangat yakin bahwa penyerang itu adalah Chupacabra namun analisa DNA yang dilakukan oleh Universitas California memberikan penegasan bahwa serangan dilakukan oleh Coyote, anjing liar khas Amerika, yang menderita penyakit kurap kronis. Analisa DNA dilakukan terhadap sisa-sisa air liur penyerang yang tertinggal di badan kambing.

Coleman, Texas

Reggie Lagow, seorang peternak di Texas, menyaksikan sesosok makhluk aneh yang menyerang ternaknya. Dia bersumpah bahwa dia tidak pernah melihat hewan semacam itu sebelumnya. Dia mengatakan bahwa sosok penyerang aneh itu terlihat seperti campuran antara anjing, tikus, dan kanguru. Lagow menambahkan bahwa dia tidak melihat bulu sedikitpun pada makhluk aneh itu.

Rusia

Di Rusia pada April 2006 terdapat sebuah laporan yang menyatakan bahwa Chupacabra terlihat menyerang sekelompok ternak dan menghisap darah mereka. Laporan lain juga segera datang, kali ini dari desa lain yang merupakan tetangga dari lokasi pertama, tentang serangan makhluk aneh yang membunuh 30 domba dan menghisap darah mereka hingga kering. Laporan ini mengejutkan karena ini berarti bahwa teror Chupacabra sudah melintasi samudra, dari Amerika Tengah hingga Rusia.

 photo 4877BD46-28DE-4D40-8885-FCF91811C031.jpg

Maine, Amerika Serikat

Pada kira-kira pertengahan Agustus 2006, seorang warga dari Maine, Amerika Serikat yang bernama Michelle O’Donnel, melaporkan bahwa dia melihat bangkai semacam hewan pengerat aneh bertaring panjang di pinggir jalan. Sayangnya, bangkai aneh tersebut keburu dimakan oleh burung pemakan bangkai sebelum sempat diidentifikasi secara menyeluruh oleh para peneliti.

Boyoca, Kolombia

Pada pertengahan Mei 2007, beberapa media massa Kolombia melaporkan tentang kematian tidak kurang dari 300 domba di Boyoca. Banyak peternak Kolombia pada waktu itu mengaitkan insiden itu dengan Chupacabra.

Cuero, Texas

Tiga bulan setelah insiden di Boyoca, Kolombia, seorang warga Texas bernama Phylis Canion menemukan bangkai tiga hewan aneh di Cuero, Texas. Dia lebih cerdas dari saksi-saksi mata sebelumnya karena dia mengambil foto bangkai-bangkai tersebut lalu memotong kepala salah satunya dan menyimpannya di lemari es. Dia kemudian menyerahkan ketiga bangkai tersebut pada sebuah laboratorium di Texas guna diuji DNA-nya. Seorang mammolog atau ahli tentang mamalia bernama John Young memperkirakan bahwa bangkai-bangkai yang diserahkan oleh Canion merupakan bangkai rubah yang terkena penyakit kurap kronis.

Capiz, Filipina

Ternyata teror Chupacabra sempat menghampiri Asia Tenggara karena pada awal 2008, makhluk diduga Chupacabra dilaporkan telah membunuh delapan ekor ayam. Pemilik ayam menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri sesosok makhluk mirip anjing aneh menyerang ayam-ayam peliharaannya.

Cuero, Texas

Ini adalah penampakan Chupacabra yang kedua kali di Cuero, Texas. Seorang serif bernama Brandon Riedel mengambil video sebuah hewan aneh yang memiliki ciri seperti coyote namun tidak memiliki rambut sama sekali. Moncong hewan itu juga terlalu panjang untuk seekor coyote biasa.

Sebenarnya masih terdapat beberapa kesaksian lagi tentang Chupacabra namun beberapa kesaksian di atas adalah kesaksian-kesaksian yang populer dan paling mendapat perhatian.

Kesimpulan

Dari beberapa laporan di atas kita dapat memperoleh kesimpulan bahwa Chupacabra memiliki ciri-ciri fisik seperti campuran antara kanguru, tikus, dan anjing dengan moncong yang terlalu panjang (untuk ukuran anjing) dan juga tanpa bulu sama sekali. Bagaimanapun, beberapa laporan lain justru menampilkan sosok Chupacabra sebagai reptile dengan kulit bersisik kehijauan seperti layaknya iguana. Salah satu saksi bahkan melaporkan bahwa Chupacabra seperti semacam reptil yang mampu melompat ke atas setinggi 6 meter!

Beberapa peneliti percaya bahwa Chupacabra adalah benar-benar makhluk cryptid dan mereka menghubungkan monster aneh ini dengan Gargoyle, makhluk cryptid yang banyak disebutkan dalam legenda-legenda Eropa abad pertengahan. Beberapa peneliti lain berpendapat bahwa Chupacabra adalah produk dari rekayasa genetik oleh sebuah laboratorium rahasia milik pemerintah Amerika Serikat di wilayah El Yungue, pegunungan di timur Puerto Rico. Sebagai informasi, pada awal dekade 1990-an, laboratorium tersebut mengalami kerusakan dan hal yang menarik adalah saat itu bertepatan dengan seringnya penampakan Chupacabra di wilayah Amerika Tengah. Banyak pihak yang menduga bahwa militer Amerika Serikat terlibat dalam sebuah proyek penciptaan monster untuk perang di masa depan.

Teori lain percaya bahwa Chupacabra adalah semacam hewan alien. Ini adalah teori yang paling konyol karena untuk apa alien dari peradaban tinggi di luar angkasa mengirim hewan peliharaannya untuk menghisap darah kambing dan ternak? Dalam artikel ini akan disertakan beberapa foto dan video tentang Chupacabra. Bagi kamu pecinta misteri, Chupacabra tidak dapat dilewatkan karena fenomena makhluk aneh ini masih belum terpecahkan hingga sekarang.

Credit: Animal Planet, Chupamacabre,
Travel Amazing South America

Leave a Reply