Bintang Bethlehem: Misteri Natal yang belum terpecahkan!

Beberapa hari lagi Natal akan tiba dan kaum Kristiani di seluruh dunia akan merayakannya. Kisah Natal adalah kisah mengenai kelahiran Yeshua ben Yosef atau lebih dikenal sebagai Yesus Kristus, seorang Yahudi yang dipercaya oleh umat Kristen sebagai perwujudan Firman Tuhan sebagai manusia. Kisah Natal seperti beberapa kisah lainnya, mengandung misteri tersendiri yang memancing rasa penasaran para ilmuwan untuk memecahkannya. Bintang Betlehem adalah teka-teki yang menjadi fokus dari misteri Natal di mata para ilmuwan dan sejarawan.

Perkiraan Kelahiran Yesus

Kelahiran Yesus diperkirakan terjadi sekitar 6-5 SM. Hal ini didasarkan pada ayat Injil dan catatan sejarah Romawi yang berkaitan dengan sensus penduduk di seluruh wilayah kekaisaran. Kita dapat melihat pada ayat Luke/Lukas 2:1-2 yang berbunyi sebagai berikut:
“2:1 Pada waktu itu Kaisar Agustus q mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. r 2:2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria”.

Menurut catatan sejarah Romawi, ada dua sensus yang diadakan oleh Kirenius. Dr. E. Jerry Vardaman dalam bukunya “Chronos, Kairos, Christos” mengatakan bahwa sensus dilaksanakan 17 tahun sekali dan sensus pertama diadakah 12 SM diikuti oleh sensus kedua pada 6 SM.
Mengenai bulan kelahiran, sebagian besar sejarawan sepakat mendasarkan pada ayat Lukas 2: 7 yang berbunyi:
“Pada suatu hari raya besar Yahudi, karena tidak ada tempat bagi Yusuf dan Maria di rumah penginapan. (Lukas 2:7)”.

Yosef adalah seorang Yahudi yang saleh dan kitab Taurat mengharuskan setiap laki-laki Yahudi berziarah ke Yerusalem dan waktu-waktu ziarah utama Yahudi adalah pada Rosh Hasanah atau Tahun Baru Yahudi dan Sukkot yang memperingati Kemah Suci YHVH (Tuhan Israel).
Menurut Yokhanan/Yohanes 1:14 yang berbunyi:

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”

Untuk memahami Alkitab kita perlu menggunakan pola pikir Yahudi karena Alkitab adalah kitab suci yang ditulis oleh orang-orang Yahudi. Ayat itu sangat berhubungan dengan tradisi Sukkot dimana YHVH sendiri bersama 7 bapa-bapa Israel (Avraham/Abraham, Yitzhak/Ishak, Yaakov/Yakub, Moshe/Musa, Aaron/Harun, Yosef/Yusuf, dan David/Daud) akan berdiam diantara orang-orang Israel dan ini diperkuat dengan kata-kata dalam ayat itu yang menyiratkan secara kuat bahwa Firman YHVH diam diantara kita (orang-orang Israel). Dari kenyataan itu, mayoritas sejarawan berpendapat bahwa Yesus lahir pada Sukkot. Sukkot selalu diadakan pada 15 Tisyri menurut kalender Yahudi yang kira-kira jatuh sekitar bulan September.

Apa itu Bintang Betlehem?

Bintang Betlehem adalah bintang misterius yang kemunculannya mengiringi kelahiran Yesus Kristus. Berdasarkan sumber-sumber Injil seperti pada Mattatiyah/Matius 2:1-9, bintang ini menjadi pemandu tiga orang majus dari wilayah Persia (versi yang paling populer menyebutkan mereka adalah semacam ahli agama Zoroaster) ketika mereka mengunjungi bayi Yesus di Betlehem. Mereka mengunjungi bayi Yesus karena berdasarkan “penglihatan” mereka, Yesus adalah Raja Yahudi yang baru, yang akan membebaskan Bangsa Yahudi dari pendudukan Romawi.

Sumber-sumber selain Injil

Selama ratusan tahun para ilmuwan di bidang astronomi dan para sejarawan menyelidiki apakah sebenarnya Bintang Betlehem itu. Motif mereka dipicu oleh sumber-sumber selain Injil yang kemungkinan besar berhubungan dengan Bintang Betlehem. Dan entah kebetulan atau tidak, beberapa catatan kuno di luar Israel mengonfirmasi kehadiran sebuah bintang misterius pada waktu itu.

Catatan Astronomi Cina Kuno

Menurut sebuah catatan Cina kuno, pada sekitar 5 Sebelum Masehi, terdapat kemunculan Nova di Rasi Capriconus. Nova adalah “bintang baru”, bintang yang cahayanya menjadi terang secara tiba-tiba.

Versi Dr Michael Molnar

Dr Michael Molnar adalah astronom dan pendidik yang mendapatkan gelar doktornya dari Wisconsin University, Amerika Serikat. Dalam bukunya “The Star of Betlehem: The Legacy of the Magi”, Molnar menduga bahwa pada 17 April tahun 6 SM (dua tahun sebelum Raja Herodes meninggal dunia), Planet Yupiter muncul di langit timur sebagai bintang pagi dan bertepatan dengan itu Matahari dan bulan serta Saturnus juga dekat posisinya (jika dilihat dari bumi) dengan Jupiter. Menurut astronomi peristiwa itu adalah peristiwa biasa namun bagi orang-orang zaman dahulu itu adalah peristiwa luar biasa. Versi Molnar menjelaskan mengapa orang-orang majus tersebut bersemangat pergi ke Israel. Menurut tradisi Israel, Yupiter adalah melambangkan raja-raja dan Saturnus adalah melambangkan “Pelindung Bangsa Yahudi”. Jadi para orang majus berpendapat bahwa peristiwa langit yang mereka saksikan adalah pertanda kuat bahwa raja yahudi baru telah lahir.

image

Catatan Korea Kuno

Menurut catatan astronomi korea kuno, sebuah “bintang sapu” muncul dekat dengan Altair. Kita tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud “bintang sapu” tapi kemungkinan adalah bintang yang tidak biasa.

Kesimpulan

Kita telah melihat dari penjelasan sederhana di atas bahwa terdapat perbedaan diantara versi-versi atau catatan-catatan populer namun kesemuanya menunjukkan kemunculan bintang yang tidak biasa antara 6-5 Sebelum Masehi yang entah kebetulan atau tidak bertepatan dengan kelahiran Yesus Kristus. Kita tidak bisa menyimpulkan secara pasti apakah catatan-catatan kuno benar-benar merujuk pada Bintang Betlehem walaupun jika ditinjau dari bukti-bukti dan pendekatan arkeologis dan budaya, nampaknya kemungkinan besar merujuk pada Bintang Betlehem. Mungkin Misteri Bintang Betlehem akan selalu jadi misteri yang tidak pernah terpecahkan sepanjang masa.

 

Credit: IFL Science, Christin Prophecy, MessianicWikipedia: Sukkot.

Leave a Reply