Benarkah Unicorn Pernah Hidup Di Dunia Ini?

Unicorn adalah hewan fantasi yang sangat populer di dongeng-dongeng Eropa. Hewan ini berbentuk kuda dengan tanduk di tengah-tengah kepalanya. Hewan cryptid ini sering dikaitkan dengan kebaikan dan sifat jujur. Hanya tokoh-tokoh protagonis yang mengendarai Unicorn. Singkatnya, Unicorn adalah salah satu dari beberapa hewan paling dihormati dalam dongeng-dongeng Eropa. Artikel ini akan membahas apakah kuda bertanduk ini pernah benar-benar exis dalam sejarah. Kamu mungkin tersenyum geli pada awalnya namun setelah membaca artikel ini kamu akan mengalami kebimbangan tentang eksistensi dari Unicorn.

Unicorn dalam terang sejarah

Seperti telah dijelaskan di atas, Unicorn sering muncul di dongeng-dongeng Eropa abad pertengahan. Namun ternyata kuda bertanduk ini pertama kali dikenal dari kebudayaan-kebudayaan di daerah Asia Selatan, tepatnya di Anak Benua India. Unicorn versi India adalah versi yang paling tradisional dan dalam versi ini, makhluk cryptid ini digambarkan memiliki janggut seperti kambing, kuku belah, dan juga ekor layaknya singa. Makhluk ini memang memiliki perbedaan dalam penggambarannya namun antara versi satu dengan versi lainnya memiliki kesamaan khas, yaitu memiliki tanduk yang mencuat dari tengah-tengah kepala.

Unicorn India

Hewan ini pertama kali dikenal dari stempel-stempel kuno yang ditemukan di daerah Mohenjo Daro dan Harappa, pusat kebudayaan kuno di Asia Selatan.

Unicorn Cina

Unicorn juga dikenal di kebudayaan Cina sebagai Qilin, ini adalah versi yang paling “aneh” karena memiliki tubuh seperti rusa dan bersisik hijau. Agaknya, kebudayaan tentang Unicorn memang berasal dari Asia dan kemudian menyebar ke Eropa.

Unicorn Eropa

Digambarkan sebagai kuda bertanduk tunggal, biasanya berwarna putih. Digambarkan berwarna putih karena di Eropa hewan ini dijadikan simbol kesucian. Bahkan menurut beberapa legenda Eropa pertengahan, Unicorn hanya dapat ditaklukkan oleh seorang perawan dengan hati murni. Itulah mengapa menurut legenda, para ksatria Eropa berburu Unicorn dengan pancingan seorang perawan. Seiring dengan semakin populernya paham Humanisme, hewan cryptid ini dijadikan sebagai simbol kesetiaan dalam perkawinan.

Tanduk Unicorn

Menurut kepercayaan yang populer, tanduk Unicorn dapat digunakan sebagai penawar racun apapun. Tapi pendapat lain menegaskan bahwa yang dimaksud sebagai penawar racun adalah tanduk dari Paus Unicorn, yaitu Narwhal, sejenis ikan paus yang memang memiliki tanduk seperti tombak di kepalanya.


Apakah Unicorn pernah benar-benar eksis?

Banyak orang mengatakan bahwa Unicorn memang terinspirasi dari hewan-hewan bertanduk tunggal yang memang benar-benar ada, seperti Paus Narwhal, Badak Bercula Satu, atau beberapa kelainan baik pada hewan maupun manusia dimana tanduk tunggal tepat dari kepala mereka.

Berdasarkan ilmu pengetahuan, Unicorn memang tidak pernah ada namun catatan-catatan sejarah kuno menyebutkan bahwa hewan sejenis Unicorn memang pernah berjalan-jalan di atas permukaan bumi. Para penulis sejarah Yunani menyebutkan bahwa Unicorn berasal dari India dan nampaknya hal ini benar-benar berkolerasi dengan penemuan stempel-stempel Mohenjo Daro dan Harappa. Ctesias, salah satu penulis sejarah Yunani kuno, mendeskripsikan Unicorn sebagai sejenis keledai aneh dari India dengan kepala berwarna ungu dengan tubuh putih, mata biru, dan tanduk berwarna merah terang. Menurutnya, tanduk keledai aneh itu memiliki panjang kira-kira 18 inci. Ctesias juga pernah menyebutkan bahwa tanduk Unicorn ini dapat digunakan untuk menetralisir racun. Strabo, seorang penulis Yunani lain, pernah menyebut-nyebut keberadaan kuda bertanduk di balik Pegunungan Caucasus.

Sejarawan Romawi, Pliny the Elder, menyebut Unicorn sebagai Monoceros dan memiliki kepala rusa, kaki mirip gajah, dan ekor mirip ekor babi hutan. Tanduknya berwarna hitam dengan panjang dua cubit dan hewan itu sering mengeluarkan suara rendah.

Julius Caesar, kaisar Romawi paling populer, juga pernah menyinggung keberadaan makhluk dengan kepala rusa, kaki gajah, ekor babi hutan, dan tanduk sepanjang 90 cm. Banyak ahli zoology modern berpendapat bahwa baik Pliny maupun Julius Caesar membicarakan seekor badak. Jika kita bayangkan, badak memang berkepala kecil mirip rusa, berkaki mirip gajah, berekor mirip babi hutan, dan juga bersuara dalam.

 photo 02A8EE5A-D0E9-48F7-AB80-A1EFE0004915.jpg

Catatan-catatan kesaksian

Berhanrd Von Breydenbach

Berhanrd Von Breydenbach adalah seorang pemimpin gereja di Katedral Mainz, di Jerman. Dia menulis buku berjudul “Peregrinatio in Terram Sanctam” tentang perjalanannya menuju tanah suci Israel. Dalam salah satu bab-nya, dia menulis tentang kisah perjumpaan kelompoknya dengan Unicorn. Ketika itu tahun 1483 dan dia dalam perjalanan ke Yerusalem bersama lebih dari 100 orang. Mereka meninggalkan Eropa dari Venezia, berlabuh di Jaffa, lalu meneruskan perjalanan ke Ramala dengan karavan. Dari Ramala mereka melanjutkan perjalanan ke Yerusalem dan juga biara Santa Catharina di kaki Gunung Sinai. Ketika berada di area kaki Gunung Sinai, Felix, salah seorang anggota rombongan, menyaksikan seekor Unicorn dekat situ. Kemudian dia bersama seluruh anggota rombongan menyaksikan hewan itu selama beberapa saat sebelum hewan itu lari menjauh. Menurut Von Breydenbach, kejadian itu terjadi pada tanggal 20 September 1483.

Ludovica de Bartema

Ludovica de Bartema adalah seorang bangsawan dari Italia yang melakukan perjalanan ke timur (Mesir, Arab, dan India) pada tahun 1530. Ketika dia hendak menuju Mekkah, dia berganti nama menjadi Mussulman agar bisa masuk ke kota itu. Sesampai di Mekkah, dia menjumpai dua ekor Unicorn dengan warna kekuningan, kepala seperti rusa, dan juga surai yang panjang. Menurut beberapa orang Mekkah, kedua hewan itu adalah dua hewan hadiah dari penguasa Etiopia kepada penguasa Mekkah.

Don Juan Gabriel

Don Juan Gabriel adalah seorang perwira Portugis yang pernah ditugaskan di Etiopia selama beberapa tahun. Dia menceritakan bahwa dia pernah melihat seekor Unicorn di provinsi Damota di Etiopia. Dia menggambarkan hewan itu seperti kuda berwarna hitam. Tidak hanya Gabriel, beberapa orang Portugis lainnya juga mengaku pernah menyaksikan Unicorn sedang merumput di padang rumput di wilayah Namna, masih di Etiopia.

Dr. Sparrmann

Dr. Sparrmann adalah seorang naturalis Swedia yang selama 4 tahun dari 1772 hingga 1776, melakukan penelitian di Tanjung Harapan Baik, Afrika Selatan. Dalam jurnalnya, dia menulis tentang pria bernama Jacob Kock yang menemukan bebatuan berukirkan Unicorn. Ternyata bebatuan itu diukir oleh sebuah suku lokal bernama Hottentots dan mereka mengatakan bahwa mereka mengenal dengan baik hewan ajaib ini. Mereka mengatakan bahwa hewan cryptid ini adalah kuda dengan satu tanduk mencuat di dahinya.

Mr. Henry Cloete

Henry Cloete adalah seorang penulis yang menceritakan pengalaman salah seorang anggota suku Hottentots yang menjumpai sembilan ekor Unicorn ketika sedang berperang dengan suku Bushmen! Bayangkan sembilan ekor! Dia kemudian menembak salah satunya dan menurutnya hewan cryptid itu berfisik seperti kuda dengan warna abu-abu terang dan garis putih di rahang. Sepertinya hewan cryptid ini benar-benar pernah ada di Afrika!

Elasmotherium

Elasmotherium adalah sejenis badak purba yang pernah berkelana di Eurasia. Banyak kaum skeptis menduga bahwa yang dimaksud oleh orang-orang jaman dulu tentang Unicorn adalah badak purba ini. Tapi nampaknya pendapat mereka mengada-ada karena bagaimana mungkin badak bisa terlihat seperti seekor kuda? Kita harus menyadari bahwa kebanyakan saksi mata hidup di abad pertengahan dan mereka tentu dapat membedakan antara seekor kuda dengan seekor badak.

Kesimpulan

Tentu saja para ahli hewan di zaman modern ini menolak kemungkinan bahwa Unicorn pernah ada dan mereka tidak salah karena mereka bekerja berdasarkan bukti-bukti. Namun berbagai kesaksian di atas mengindikasikan bahwa orang-orang zaman dulu memang pernah bertemu dengan kuda bertanduk alias Unicorn. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa kita di era ini tidak pernah menemukan hewan mengagumkan ini berkeliaran di tempat-tempat mereka pernah terlihat? Mengapa seakan-akan populasi Unicorn seperti lenyap ditelan zaman? Apakah punah akibat perburuan? Tentu ini akan selalu menjadi misteri selama belum ada bukti-bukti fosil atau foto yang dapat diverifikasi. Biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Credit: Gods and Monsters, Myth Encyclopedia, AMNH

Leave a Reply