Apakah misteri Manuskrip Voynich hampir terpecahkan?

Stephen Bax, seorang profesor linguistik dari University of Bedfordshire di Inggris telah mengklaim bahwa dirinya berhasil menguraikan 14 karakter dari manuskrip Voynich. Menurut Bax, dia menggunakan pendekatan yang sama untuk memecahkan huruf Hieroglif Mesir. Beberapa ilustrasi dalam manuskrip dapat dikenali oleh Bax dengan membandingkan mereka dengan manuskrip herbal dalam bahasa Arab dan bahasa timur tengah lain. Bax telah mengenali beberapa ilustrasi seperti ketumbar, jintan, dan beberapa rempah-rempah.

Manuskrip Voynich

Manuskrip Voynich adalah salah satu manuskrip paling misterius di dunia. Manuskrip ini belum terpecahkan sepenuhnya hingga sekarang sejak penemuannya pertama kali pada tahun 1912 oleh seorang pedagang barang antik Amerika bernama Wilfrid M. Voynich (inilah alasan mengapa manuskrip ini dinamai dengan nama “Voynich”). Berdasarkan deteksi karbon, manuskrip ini berasal dari abad pertengahan, yakni sekitar tahun 1500-an. Ketika ditemukan, manuskrip ini berada di antara tumpukan manuskrip kuno di Villa Mondragone, di Frascati dekat Roma. Untuk diketahui, Villa Mondragone kemudian dipugar menjadi semacam biara untuk kemudian ditutup kembali pada tahun 1953.

 photo 93F2B8C3-D3CB-4A0C-8B90-D65F2FDDCB05.jpg

Memiliki 250 halaman, manuskrip ini dipenuhi dengan berbagai tulisan dalam aksara aneh dan gambar-gambar rumit, seperti sandi-sandi khusus. Namun beberapa gambar dapat dikenali, misalnya beberapa perlambang terkait dengan zodiak. Para peneliti menyimpulkan bahwa manuskrip ini adalah panduan mengenai bidang astronomi, pengobatan herbal, biologi, kosmologi, dan farmasi.

Kehebatan Manuskrip Voynich

Manuskrip ini benar-benar luar biasa! Mengandung kurang lebih 170 ribu kosakata yang dipisahkan dengan spasi sempit, dan hebatnya mayoritas dari kata ditulis hanya dengan 1 atau maksimal 2 goresan pena! Menunjukkan bahwa penulisnya benar-benar ahli. Tidak hanya itu, manuskrip ini juga mengandung hingga 30 jenis alphabet yang kesemuanya tidak ada kaitannya dengan segala bahasa di Eropa kuno!

 photo 4C0F600F-46EC-42FF-8A5A-043E05B2F69A.jpg

Kontroversi

Pendapat umum tentang manuskrip ini dapat dibedakan menjadi 3 bagian besar:

  1. Manuskrip ini adalah resep mutakhir pada jamannyaIni adalah pendapat yang dianut mayoritas ilmuwan. Walaupun mereka tidak berhasil memecahkan apa yang dimaksud oleh manuskrip Voynich, mereka menyimpulkan bahwa manuskrip ini adalah semacam resep (bukan hanya resep makanan) mutakhir pada jamannya.
  2. Manuskrip ini adalah omong kosong Abad Pertengahan menjelang RenaissanceSebagian skeptis menduga bahwa manuskrip ini hanyalah olok-olok seorang seniman pra-Renaissance yang membuat suatu manuskrip yang terkesan misterius padahal isinya hanyalah omong kosong.
  3. Manuskrip ini adalah pekerjaan alienBeberapa pakar linguistik menyimpulkan dari sisi lingual. Mereka berpendapat karena bahasa dalam manuskrip ini tidak terkait dengan bahasa manapun di dunia, jadi manuskrip ini kemungkinan besar ditulis dalam alphabet alien atau makhluk luar angkasa. Pendapat ini sangat didukung oleh para pecinta UFO dan teori konspirasi.

image

Pada akhirnya Bax menyimpulkan bahwa manuskrip ini ditulis oleh alphabet kuno dari daerah Asia Barat yang sudah mati (alphabet mati). Bagaimanapun dia belum berani menyimpulkan secara pasti karena perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Bagaimana? Penasaran? Kamu dapat melihat manuskrip ini di University of Yale, Amerika Serikat. Mungkin manuskrip ini menunggumu untuk memecahkan misterinya!

Credit:
Stephen Bax, Wikipedia: Manuskrip Voynich

Leave a Reply