Apakah misteri bagaimana patung-patung raksasa Pulau Paskah bergerak telah terpecahkan?

Apakah Anda mengetahui Pulau Paskah? Pulau Paskah adalah sebuah pulau kecil di tengah-tengah Samudra Pasifik bagian selatan yang memiliki ratusan patung batu raksasa. Patung-patung raksasa itu berdiri tegak menjulang, menyapa setiap orang yang berkunjung ke pulau itu. Patung-patung batu raksasa itu adalah ikon pulau itu dan telah menimbulkan banyak rasa penasaran sebagian besar orang tentang bagaimana patung-patung itu dibuat oleh para penduduk primitif dan bagaimana pula patung-patung raksasa seberat masing-masing kurang lebih 14 ton itu dipindahkan dari tambang batu dimana mereka dibuat. Selama berabad-abad, para ilmuwan telah mencoba untuk memecahkan misteri tentang bagaimana patung-patung batu di Pulau Paskah dipindahkan. Tetapi teori terbaru dikemukakan dan menarik banyak perhatian!

moai

 photo 220px-Easter_island_and_south_america 66762.jpg

Sebagaimana diketahui secara umum, patung-patung batu raksasa itu dipindahkan sejauh 18 km dari tambang batu dimana mereka diukir tanpa menggunakan roda, crane, atau bahkan tenaga hewan. Selama ini teori paling terkenal mengatakan bahwa para penduduk kuno Pulau Paskah menggunakan kombinasi tali dan kereta luncur kayu untuk mengangkut patung-patung itu. Teori terbaru dikemukakan oleh dua orang ilmuwan; Terry Hunt dari University of Hawaii dan Carl Lipo dari California State University. Dua orang ilmuwan tersebut bekerjasama dengan arkeolog lokal, Sergio Rapu, dalam mengembangkan teori bahwa kemungkinan besar patung-patung raksasa itu digerakkan sejauh belasan kilometer hanya dengan “mekanisme gerakan goyang” yang hanya membutuhkan tenaga manusia dan tali! Bayangkan 900 patung batu yang beratnya masing-masing 14 ton dipindahkan hanya dengan menggunakan tenaga manusia dan tali!

 photo Terry Hunt 66761.jpg

Terry Hunt

Tahun 2011, tiga peneliti tersebut mengadakan sebuah eksperimen yang didanai oleh National Geographic Society’s Expeditions Council. Dalam eksperimen tersebut para ilmuwan membuktikan bahwa hanya dengan tenaga 18 orang, tiga tali yang kuat, dan sedikit latihan, mereka dapat memindahkan replika patung batu seberat 5 ton sejauh beberapa ratus meter. Mereka bahkan tidak menggunakan peralatan bantu lain apapun. Sejauh ini berbagai eksperimen lain telah diuji, salah satunya adalah yang dilakukan oleh insinyur dari Ceko, Pavel Pavel, yang bekerjasama dengan petualang Norwegia, Thor Heyerdahl. Mereka bersama 17 orang lain mendorong replika patung seberat 9 ton dengan gerakan memutar sembari menjaga patung tetap tegak. Namun ternyata eksperimen mereka gagal karena dasar patung menjadi rusak akibat gesekan dengan tanah. Bagaimanapun menurut para penduduk asli, berdasarkan kisah turun temurun dari nenek moyang mereka, patung-patung Moai (demikian mereka menyebutnya) bergerak dengan cara berjalan sendiri!

Credit: National GeographicWikipedia: Pulau Paskah

Leave a Reply